Member Area

Marketing Online

Marketing 1
Telegram @HabibiCendana
Whatsapp 085649985554
Mobile 085649985554

Admin Online

Admin 1
Telegram @adm1_cendana

Admin 2
Telegram @adm2_cendana

Customer Service

CS 1
Telegram @cs_transaksi
CS 2
Telegram @cs_transaksi1

Office Site

Cendana Teknika Utama
Ruko Permata Griya Shanta
Jl. Soekarno Hatta NR 24-25
Malang

INSPIRASI SEA GAMES LUAR BIASA

Tanggal : 22-11-2011

Inspirasi SEA Games

 

logo sea gamesSEA Games ke-26 berakhir dengan manis bagi kita sang tuan rumah. Sejak akhir pekan lalu, raihan medali tim kita sudah pasti takkan terkejar. Lalu, hari ini kita resmi mencatat: Indonesia untuk kesepuluh kalinya-sejak bergabung dalam perhelatan olahraga multicabang ini pada 1977-menjadi juara umum.

 

Kemenangan ini juga menjadi terasa menyentuh setelah penantian belasan tahun. Terakhir kita menjadi juara umum adalah pada 1997. Tak pelak gelar ini merupakan hadiah besar bagi negeri kita pada era reformasi setelah keterpurukan pada berbagai bidang menyusul krisis ekonomi yang berlanjut dengan perubahan iklim politik.

 

Kabar baik semacam ini acap kita perlukan untuk membangun energi positif bangsa. Pasang surut perpolitikan selama ini terlalu menyita perhatian dan energi bangsa dan tak menyisakan ruang bagi hal-hal yang biasa kita sebut sebagai soft power. Hubungan kemanusiaan, pembangunan budaya, pengembangan sikap sportif, suasana saling mendukung, dan rasa saling memiliki adalah hal-hal yang belakangan jarang kita temui.

 

Gelar juara umum SEA Games patut kita akui memperbaiki situasi tersebut. SEA Games kali ini juga melahirkan figur-figur penginspirasi. Mereka adalah atlet-atlet dan pelatih yang berjuang keras merebut medali. Dalam dahaga masyarakat terhadap figur-figur dan pemimpinpemimpin produktif, kehadiran mereka menimbulkan optimisme dan rasa persatuan. Sebutlah, dengan hormat, di antaranya Timnas Sepak Bola U-23 dan pelatihnya, Rahmad Darmawan.

 

Gelar ini juga memulihkan kepercayaan diri kita sebagai bangsa besar. Kita sempat sakit bertahun-tahun karena sebagai negeri dengan penduduk terbanyak di ASEAN (10 kali lipat Malaysia, 60 kali lipat Singapura) belasan tahun gagal menunjukkan prestasi olahraga. Padahal, dalam kurun 20 tahun pertama kepesertaan Indonesia dalam SEA Games hingga 1997, kita hanya dua kali kehilangan gelar ini dan menguasai penuh sembilan lainnya, baik sebagai tuan rumah maupun ketika menjadi tim tamu.

 

Kita mencatat kemajuan negara-negara di kulit Bumi selalu beriringan dengan kemajuan pembinaan olahraga. Di Asia, misalnya, Jepang dan Cina menunjukkan kinerja ekonomi maupun olahraga sama baiknya. Demikian halnya Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Wajar agaknya, Indonesia sebagai salah satu negara dalam daftar 20 besar kekuatan ekonomi dunia menunjukkan prestasi olahraga pula.

 

Sejarah olahraga sama tuanya dengan peradaban manusia. Ketika kegiatan ini terorganisasikan, kita menyaksikan olahraga sebagai permainan dalam filosofi terlengkapnya, yakni kegiatan yang dilengkapi keteraturan. Pertandingan olahraga seperti SEA Games menjadi bernilai karena penyelenggaraannya memenuhi standar-standar ketentuan dan peraturan; hal yang kalau dilanggar, hilanglah nilainya.

 

Kalau kita menang dengan cara curang, hilanglah keindahan olahraga. Jika pemain memanipulasi peraturan demi medali emas, musnahlah nilai olahraga. Jika penonton mengintimidasi tim tamu, pudarlah semangat olahraga. Dalam bahasa sehari-hari, kita menyebut penyimpangan demikian sebagai hilangnya sportivitas.

 

Sejauh ini, sebagai tuan rumah, kita relatif berhasil menjaga nilainilai sportivitas. Sejumlah catatan, misalnya, pembakaran loket karcis gara-gara penonton kehabisan tiket, hendaknya menjadi pelajaran penting bagi perhelatan-perhelatan serupa di masa depan. Selamat untuk para pejuang SEA Games. Hiduplah Indonesia Raya.

Sumber : Republika Online

 

Promo

[ Promo lainnya ]

News

[ Promo lainnya ]

Bank









Master distributor pulsa murah nasional